LAPORAN
PROJECT BASED LEARNING
“TEKANAN UDARA”
Disusun Oleh :
Gilang Maulana J
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam
kehidupan sehari-hari baik secara langsung ataupun tidak kita selalu
membutuhkanudara baik untuk bernafas ataupun melakukan kegiatan lain.
Udara adalah salah satu zat yangberbentuk gas. Gas adalah materi yang
encer. Sifat ini di sebabkan Interaksi yang lemah diantara partikel –
partikel penyusunnya sehingga perilaku termalnya relatif sederhana.
Sebuah gas memiliki volume dantekanan. Kedua komponen tersebut saling
mempengaruhi satu sama lain.
Angin
terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara
pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya
energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu
wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan
mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung
lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara
antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain
yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran
udara pada wilayah tersebut.
Tekanan
udara merupakan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara
dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan
waktu.
Tujuan
Menjelaskan adanya tekanan udara dari tekanan tinggi ke tekananrendah
BAB II
DESKRIPSI LAPORAN
Landasan Teori
Pada
suatu tekanan udara dalam suhu yang tinggi akan mengakibatkan rendahnya
kerapatan udara. Tekanan menggambarkan gaya persatuan luas pada suatu
ketinggian tertentu. Alat untuk mengukur tekanan udara adalah barometer.
Dimana tekanan udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan
menentukan kerapatan udara selain daripada suhu udara. Ketinggian
kerapatan udara (density height) adalah suatu ketinggian dalam atmosfer
standar badan penerbangan internasional (ICAO), dimana kerapatan
udaranya sesuai dengan kerapatan udara pada suatu tempat tertentu. Pada
umumnya makin tinggi suatu ketinggian dari permukaan laut, tekanan
udaranya semakin berkurang, karena jumlah molekul dan atom yang ada di
atasnya berkurang. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa tekanan
udara menurun terhadap ketinggian, begitu juga dengan kerapatan udara.
Untuk kegiatan take off dan landing, hal ini kurang menguntungkan karena
gaya angkat (lift) berkurang.
Kalian
pasti pernah meniup lilin saat sedang berulang tahun, atau ketika
sedang mati lampu dan ternyata lampunya sudah hidup kembali, maka kalian
harus meniup nyala lilinnya kan? Namun, bisakah jika nyala lilin
tersebut dimatikan tanpa ditiup? Yuk kita cari tau dengan melakukan
percobaan di bawah ini :
Alat dan Bahan
- Lilin
- Korek api
- Piring
- Air (Secukupnya)
- Gelas, dan
- Pewarna
Langkah Kerja
Kita akan melakukan percobaan dengan alat dan bahan diatas dengan cara kerja sebagai berikut:
Langkah pertama, masukan air ke dalam gelas dan campurkan pewarna kemudian di aduk.
Selanjutnya nyalakan lilin dengan api lalu tempelkan lilin di piring,
Setelah itu masukan air yang telah di beri warna tadi ke dalam piring secukupnya
Selanjutnya Ambil gelas kemudian tutup lilin dengan gelas. Perhatikan apa yang terjadi ?
BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
Pembahasan
Lilin
semakin lama semakin redup karena dalam proses pembakaran dibutuhkan
oksigen, namun dalam ruangan tertutup oksigen yang dibutuhkan terbatas.
Sehingga beberapa saat setelah lilin di tutup dengan gelas, api pada
lilin semakin lama semakin redup hingga akhirnya padam. Oksigen
pembakaran tidak mencukupi yang hilang karena proses pembakaran,
menyebabkan tekanan udara di dalam gelas lebih kecil di bandingkan
dengan tekanan udara di luar gelas. Selanjutnya tekanan mengalir dari
luar ke dalam karena tekanan di luar lebih besar dari dalam gelas,
sehingga menyebabkan air yang berada di sekitar gelas terhisap masuk
kedalam gelas.
Kesimpulan
Dari
percobaan ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa dalam proses
pembakaran di perlukan oksigen yang cukup dan udara bergerak dari daerah
yang bertekanan udara tinggi ke daerah yang bertekanan udara
rendah.Tekanan udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara
air selalu terkandung dalam bentuk uap air. kandungan uap air dalam
udara hangat lebih banyak daripada kandunganuap air dalam udara dingin.
Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat
danwaktu yangberbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara
vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun.
DAFTAR PUSTAKA
Suyitno, Rachmadi Achirul Salam. ilmu pengetahuan alam. bogor:
yudhistira, 2009.
http://www.scribd.com/doc/16665921/Tekanan-Udara-Dan-Angin diakses 28 Januari 2015
sains.amalgofa.info/.../percobaan-fisika-tentang-tekanan-udara diakses 28 Januari 2015
No comments:
Post a Comment