Sunday, February 14, 2016

project based learning

LAPORAN
PROJECT BASED LEARNING
“TEKANAN UDARA”




Disusun Oleh :
Gilang Maulana J

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016

DAFTAR ISI





BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung ataupun tidak kita selalu membutuhkanudara baik untuk bernafas ataupun melakukan kegiatan lain. Udara adalah salah satu zat yangberbentuk gas. Gas adalah materi yang encer. Sifat ini di sebabkan Interaksi yang lemah diantara partikel – partikel penyusunnya sehingga perilaku termalnya relatif sederhana. Sebuah gas memiliki volume dantekanan. Kedua komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Tekanan udara merupakan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu.

  1. Tujuan

Menjelaskan adanya tekanan udara dari tekanan tinggi  ke tekananrendah

BAB II
DESKRIPSI LAPORAN


  1. Landasan Teori

Pada suatu tekanan udara dalam suhu yang tinggi akan mengakibatkan rendahnya kerapatan udara. Tekanan menggambarkan gaya persatuan luas pada suatu ketinggian tertentu. Alat untuk mengukur tekanan udara adalah barometer. Dimana tekanan udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan menentukan kerapatan udara selain daripada suhu udara. Ketinggian kerapatan udara (density height) adalah suatu ketinggian dalam atmosfer standar badan penerbangan internasional (ICAO), dimana kerapatan udaranya sesuai dengan kerapatan udara pada suatu tempat tertentu. Pada umumnya makin tinggi suatu ketinggian dari permukaan laut, tekanan udaranya semakin berkurang, karena jumlah molekul dan atom yang ada di atasnya berkurang. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa tekanan udara menurun terhadap ketinggian, begitu juga dengan kerapatan udara. Untuk kegiatan take off dan landing, hal ini kurang menguntungkan karena gaya angkat (lift) berkurang.

Kalian pasti pernah meniup lilin saat sedang berulang tahun, atau ketika sedang mati lampu dan ternyata lampunya sudah hidup kembali, maka kalian harus meniup nyala lilinnya kan? Namun, bisakah jika nyala lilin tersebut dimatikan tanpa ditiup? Yuk kita cari tau dengan melakukan percobaan di bawah ini :



  1. Alat dan Bahan

  1. Lilin
  2. Korek api
  3. Piring
  4. Air (Secukupnya)
  5. Gelas, dan
  6. Pewarna

  1. Langkah Kerja

Kita akan melakukan percobaan dengan alat dan bahan diatas dengan cara kerja sebagai berikut:








Langkah pertama, masukan air ke dalam gelas dan campurkan pewarna kemudian di aduk.











Selanjutnya nyalakan lilin dengan api lalu tempelkan lilin di piring,









Setelah itu masukan air yang telah di beri warna tadi ke dalam piring secukupnya













Selanjutnya Ambil gelas kemudian tutup lilin dengan gelas. Perhatikan apa yang terjadi ?

BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN


  1. Pembahasan

Lilin semakin lama semakin redup karena dalam proses pembakaran dibutuhkan oksigen, namun dalam ruangan tertutup oksigen yang dibutuhkan terbatas. Sehingga beberapa saat setelah lilin di tutup dengan gelas, api pada lilin semakin lama semakin redup hingga akhirnya padam. Oksigen pembakaran tidak mencukupi yang hilang karena proses pembakaran, menyebabkan tekanan udara di dalam gelas lebih kecil di bandingkan dengan tekanan udara di luar gelas. Selanjutnya tekanan mengalir dari luar ke dalam karena tekanan di luar lebih besar dari dalam gelas, sehingga menyebabkan air yang berada di sekitar gelas terhisap masuk kedalam gelas.
  1. Kesimpulan

Dari percobaan ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa dalam proses pembakaran di perlukan oksigen yang cukup dan udara bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke daerah yang bertekanan udara rendah.Tekanan udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandunganuap air dalam udara dingin. Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat danwaktu yangberbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun.

DAFTAR PUSTAKA


Suyitno, Rachmadi Achirul Salam. ilmu pengetahuan alam. bogor:
yudhistira, 2009.
sains.amalgofa.info/.../percobaan-fisika-tentang-tekanan-udara diakses 28 Januari 2015


No comments:

Post a Comment