Monday, December 3, 2018

Definisi Manajemen Pendidikan


DEFINISI MANAJEMEN PENDIDIKAN &
PERATURAN PEMERINTAH TERKAIT PENYELENGGARAAN DIKDAS
By : Gilang Maulana J
Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta
A.    Definisi Manajemen Pendidikan
Pengertian manajemen pendidikan menurut para ahli sebagai berikut :
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan material yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Manajemen pendidikan adalah suatu proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Atau definisi manajemen pendidikan lainnya yaitu merupakan suatu bentuk kerjasama antara pihak-pihak pendidikan demi pencapai target pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar ilmu, maka ilmu yang perlu diberikan dalam manajemen pendidikan haruslah sesuai dengan yang ada. Konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar seni, maka ilmu yang perlu diberikan dalam manajemen pendidikan haruslah membekali peserta didik lebih terampil. Tidak sekadar pintar saja. Konsep manajemen pendidkan yang mengacu pada dasar proses, maka jelas setiap tindakan dan usaha itu perlu proses.
Menurut Haryanto manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklah mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Menurut hamalik Manajemen pendidikan adalah suatu proses atau sistem organ peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu proses pendidikan
Menurut Redja Mudyaharjo dalam bukunya “manajemen pendidikan adalah suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.
Menurut Biro Perencanaan depdikbud, manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengoorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi perketi yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta bertanggung jawab pada kemasyarakatan dan kebangsaan.
Sedangkan menurut B. Suryosubroto mengatakan bahwa manajemen pendidikan dari segi kepemimpinan, merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana dengan kemampuan yang dimiliki administrator pendidikan itu, ia dapat melaksanakan pencapaian tujuan pendidikan.
Dapat disimpulkan dari pendapat para ahli diatas bahwa manajemen pendiidkan adalah suatu cara atau proses perencanaan, pengorganisasian untuk mencapainya tujuan pendidikan yang baik.
Daftar Pustaka

 

Farid, Daryanto & Mohammad. Konsep dasar Manajemen Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta: Gaya Media, 2013.
Suryosubroto, B. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Sunday, February 14, 2016

project based learning

LAPORAN
PROJECT BASED LEARNING
“TEKANAN UDARA”




Disusun Oleh :
Gilang Maulana J

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016

DAFTAR ISI





BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung ataupun tidak kita selalu membutuhkanudara baik untuk bernafas ataupun melakukan kegiatan lain. Udara adalah salah satu zat yangberbentuk gas. Gas adalah materi yang encer. Sifat ini di sebabkan Interaksi yang lemah diantara partikel – partikel penyusunnya sehingga perilaku termalnya relatif sederhana. Sebuah gas memiliki volume dantekanan. Kedua komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Tekanan udara merupakan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu.

  1. Tujuan

Menjelaskan adanya tekanan udara dari tekanan tinggi  ke tekananrendah

BAB II
DESKRIPSI LAPORAN


  1. Landasan Teori

Pada suatu tekanan udara dalam suhu yang tinggi akan mengakibatkan rendahnya kerapatan udara. Tekanan menggambarkan gaya persatuan luas pada suatu ketinggian tertentu. Alat untuk mengukur tekanan udara adalah barometer. Dimana tekanan udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan menentukan kerapatan udara selain daripada suhu udara. Ketinggian kerapatan udara (density height) adalah suatu ketinggian dalam atmosfer standar badan penerbangan internasional (ICAO), dimana kerapatan udaranya sesuai dengan kerapatan udara pada suatu tempat tertentu. Pada umumnya makin tinggi suatu ketinggian dari permukaan laut, tekanan udaranya semakin berkurang, karena jumlah molekul dan atom yang ada di atasnya berkurang. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa tekanan udara menurun terhadap ketinggian, begitu juga dengan kerapatan udara. Untuk kegiatan take off dan landing, hal ini kurang menguntungkan karena gaya angkat (lift) berkurang.

Kalian pasti pernah meniup lilin saat sedang berulang tahun, atau ketika sedang mati lampu dan ternyata lampunya sudah hidup kembali, maka kalian harus meniup nyala lilinnya kan? Namun, bisakah jika nyala lilin tersebut dimatikan tanpa ditiup? Yuk kita cari tau dengan melakukan percobaan di bawah ini :



  1. Alat dan Bahan

  1. Lilin
  2. Korek api
  3. Piring
  4. Air (Secukupnya)
  5. Gelas, dan
  6. Pewarna

  1. Langkah Kerja

Kita akan melakukan percobaan dengan alat dan bahan diatas dengan cara kerja sebagai berikut:








Langkah pertama, masukan air ke dalam gelas dan campurkan pewarna kemudian di aduk.











Selanjutnya nyalakan lilin dengan api lalu tempelkan lilin di piring,









Setelah itu masukan air yang telah di beri warna tadi ke dalam piring secukupnya













Selanjutnya Ambil gelas kemudian tutup lilin dengan gelas. Perhatikan apa yang terjadi ?

BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN


  1. Pembahasan

Lilin semakin lama semakin redup karena dalam proses pembakaran dibutuhkan oksigen, namun dalam ruangan tertutup oksigen yang dibutuhkan terbatas. Sehingga beberapa saat setelah lilin di tutup dengan gelas, api pada lilin semakin lama semakin redup hingga akhirnya padam. Oksigen pembakaran tidak mencukupi yang hilang karena proses pembakaran, menyebabkan tekanan udara di dalam gelas lebih kecil di bandingkan dengan tekanan udara di luar gelas. Selanjutnya tekanan mengalir dari luar ke dalam karena tekanan di luar lebih besar dari dalam gelas, sehingga menyebabkan air yang berada di sekitar gelas terhisap masuk kedalam gelas.
  1. Kesimpulan

Dari percobaan ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa dalam proses pembakaran di perlukan oksigen yang cukup dan udara bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke daerah yang bertekanan udara rendah.Tekanan udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandunganuap air dalam udara dingin. Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat danwaktu yangberbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun.

DAFTAR PUSTAKA


Suyitno, Rachmadi Achirul Salam. ilmu pengetahuan alam. bogor:
yudhistira, 2009.
sains.amalgofa.info/.../percobaan-fisika-tentang-tekanan-udara diakses 28 Januari 2015